Selamat datang di situs Pembelajaran Penjasorkes Smadda. Situs Pembelajaran Penjasorkes Smadda merupakan media pembelajaran online yang Kreatif dan Inovatif berbasis pada Blog yang digunakan sebagai E-Learning pada pembelajaran Penjasorkes di SMAN 22 Surabaya.
Showing posts with label modul. Show all posts
Showing posts with label modul. Show all posts

Monday, 18 February 2013

Berbagai Gaya Dalam Lompat Jauh


Lompat jauh adalah salah satu dari cabang atletik dimana penilainnya didasarkan pada jauhnya kita menapakkan kaki pada sebuah bidang yang telah ditentukan. Ada berbagai gaya yang dikenal pada cabang olahraga ini. Dibawah ini akan dijelaskan berbagai gaya dalam lompat jauh sebagai bahan pengetahuan kita dalam bidang olahraga.
BERBAGAI GAYA DALAM LOMPAT JAUH:
1. GAYA MENGGANTUNG
Gaya ini disebut juga dengan gaya melenting / SCHEPPER / HANG STYLE. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan lompat jauh dengan gaya menggantung adalah:
Melakukan tolakan sekuat - kuatnya pada papan tolakan
menjaga sikap badan supaya bisa melayang selama mungkin di udara dan dalam keadaan seimbang.
Posisi mendarat yang baik, yaitu kedua kaki dan tangan ke depan. Jaga jangan sampai badan ataupun tangan jatuh ke belakang. 
Berikut ini adalah posisi tubuh saat melakukan lompat jauh gaya menggantung
2. GAYA BERJALAN DI UDARA
Disebut juga dengan running atau walking on the air. Pada prinsipnya, pada saat melakukan tolakan sama seperti pada gaya menggantung, yaitu melakukan tolakan di papan tolakan sekuat - kuatnya. Namun pada saat posisi berada di udara, kita harus melakukan gerakan seperti orang berjalan / berlari dengan cepat dalam beberapa langkah. Ini bertujuan supaya jarak mendarat kita menjadi lebih jauh.
Berikut ini adalah posisi tubuh saat melakukan lompat jauh gaya menggantung
3. GAYA JONGKOK 
Sering disebut dengan gaya TACK. Sama seperti pada gaya menggantung dan berjalan di udara dimana kita harus melakukan tolakan dengan tepat dan kuat. Yang membedakan hanya saat tubuh berada di udara, posisi tubuh kita seperti posisi tubuh orang yang sedang jongkok badan sorong kedepan dan tangan dikibaskan ke belakang sambil mengatur posisi tubuh untuk melakukan pendaratan yang benar.
Berikut ini adalah posisi tubuh saat melakukan lompat jauh gaya jongkok
 

Video belajar cara lompat jauh






Sumber : Carapedia
READ MORE

Sunday, 29 January 2012

Asal Mula Permainan Bola Basket





Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.
Sejarah



Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.

Teknik permainan bola basket profesional
1. Fade Away
Fade away adalah tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. Tehnik ini lumayan susah dilakukan buat pemain yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.

2. Hook Shoot
Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang menghadang dan pemain bisa agak jauh. Belakangan tehnik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama waktu melawan Garuda Bandung di Final 2009, dan keakuratan mencapat 80%.

3. Jump Shoot
Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus.

4. crossover
Merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal Crawford – Atlanta Hawks)

5. Slamdunk
Slamdunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Sebenarnya cukup simpel, yaitu hanya memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket. Walaupun simpel, tapi untuk orang dengan tinggi 171 cm slam seperti ini hampir mustahil untuk dilakukan karena lompatannya tidak cukup tinggi.

Bola basket di Indonesia
Ada beberapa informasi mengatakan masuknya basket bersamaan dengan kedatangan pedagang dari Cina menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola basket sudah dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok menengah kaya yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Cina modern.

Informasi ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub bola basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah Cina. Dari klub itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan (Pada 1967 Sonny terpilih sebagai Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).
Pada 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket, sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui Negara. Tiga tahun kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk menyatukan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi.

Sumber : BeritaUnik
READ MORE

Teknik Renang Gaya Bebas


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYuSnhani0cqHFwlxENI6czhf5IqMElMjWcJ5Xpz9dcnvq26CtGX38Jgo080cS1vfNtaH-tzKklYSE060zmqzooqilLFM3ana2JgQeEPxy2ZlVBfcs9R9Drx2JZxrbGQElPTR5S2JHbJ0/s320/Bteathing+Under+Arm+Fix.jpg
Teknik renang gaya bebas
adalah gaya yang dilakukan perenang selain dari gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya punggung dan sewaktu berenang sudah sampai ujung kolam atau berbalik, perenang bisa menyentuh apa saja dari badan perenang. teknik renang gaya bebas ini menyerupai cara berenang seekor binatang, oleh sebab itu disebut crawl yang artinya merangkak. Gerakan asli dari gaya ini adalah menirukan gerakan anjing yang berenang atau dikenal dengan renang gaya anjing.
untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan beberapa teknik renang gaya bebas :
1. Posisi Badan
  • Teknik posisi badan atau gerakan posisi badan dalam teknik renang gaya bebas adalah : Harus sejajar dan sedatar mungkin, tubuh harus berputar pada garis pusat atau rotasinya, hindarkan kemungkinan terjadinya gerakan-gerakan tangan atau kaki yang berakibat tumbuh menjadi naik turun atau meliuk-liuk, sikap kepala normal dan pandangan agak lurus ke depan.
  • Bentuk-bentuk latihan posisi badan atau meluncur dilakukan dengan latiahan terapung telungkup, latihan meluncur dengan pelampung, latihan meluncur tanpa pelampung.
2. Latihan Gerakan Kaki
  • Teknik gerakan kaki sangat berperan sebagai tenaga pendorong atau penggerak dan yang paling utama adalah sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Latihan gerakan dilakukan di kolam yang dangkal.
  • Bentuk-bentuk latihan gerakan kaki yaitu gerak dasar menendang sambi duduk dipinggir kolam, gerak menendang sambil meluncur, dan garak dasar menendang dan bernafas dengan pelampung.
3. Latihan Gerakan Tangan
  • Teknik gerakan tangan pada renang gaya bebas berperan terutama sebagai tenaga pendorong atau penggerak di samping sebagai pengatur keseimbangan tubuh.
  • Bentuk-bentuk latihan gerakan lengan dalam renang gaya bebas diantaranya meluncur sambil melakukan garak dasar lengan dengan cara pelampung dipasang pada tungkai, dan perenang hanya melakukan garakan tangan saja.
4. Latihan Pernapasan
  • Teknik garakan pernapasan dilakukan dengan cara memutar kepala ke kiri atau ke kanan, sehingga mulut berada dipermukaan air untuk mengambil udara, gerakan ini dilakukan bersamaan ketika lengan yang searah dengan arah putaran kepala berada di belakang samping tubuh.
  • Bentuk-bentuk latihan pernapasan antara lain dengan latihan gerak dasar mengambil napas, dan variasi gerak dasar mengambil napas.
5. Latihan Koordinasi Gerakan
Latihan koordinasi gerakan renang gaya bebas dimulai dengan gerakan meluncur yang dilanjutkan dengan gerakan kaki, lengan dan pernapasan dengan seksama sehingga terwujudlah suatu gaya bebas yang baik. Yang terpenting pada latihan koordinasi adalah koordinasi antara gerakan ini merupakan pengatur keseimbangan dan tenaga penggerak atau pendorong.

Sumber : Meutuah
READ MORE

Teknik Dasar Start Jongkok


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvRmaN-6XH_QzIl3wqlPEFHFA8Jzh_kM3WZRkyVkt2wjxQcwMV5p3Gg7R8c2FelVQ4fBc4QjIQfpc2vHJtGsy5_3QZ12qU9M-YC1yX5Ga-EzTF1XrVDligKw831QVn1KWrsljbQ_-EsPZm/s1600/PICT0687.JPG
Start Jongkok merupakan salah sikap atau gaya paling mendasar yang harus dilakukan oleh seorang pelari ketika akan melakukan gerakan berlari (lari jarak pendek). Karena dengan cara ini seorang pelari akan mendapatkan Teknik start jongkok yang baik dan benar. Berikut ini beberapa teknik dasar start jongkok yang harus dipelajari oleh seorang pelari yaitu :
  1. Teknik Dasar Start Jongkok Pada Aba-aba “Bersedia”
    Cara melakukannya :
    • Letakkan tangan lebih lebar sedikit dari lebar bahu. Jari-jari dan ibu jari membentuk huruf V terbalik. Bahu condong ke depan, sedikit di depan tangan dan lengan lurus.
    • Kepala sedemikian rupa sehingga leher tidak tegang, dan pandangan ke depan kira-kira 2,5 meter di muka garis start.
    • Jarak letak kaki terhadap garis start tergantung dari bentuk start yang digunakan.
  2. Teknik Dasar Start Jongkok Pada Aba-aba “Siap”
    Cara melakukannya :
    • Angkat penggul ke depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu, garis punggung sedikit menurun ke depan, dan erat badan lebih ke depan.
    • Kepala rendah, leher tetap kendor, pandangan ke bawah kira-kira 1-1,5 meter di muka garis start.
    • Lengan tetap lurus dan lengan tidak boleh bengkok.
    • Pada waktu mengangkat panggul, ambil napas dalam-dalam
    • Pusatkan perhatian pada bunyi pistol start.
  3. Teknik Dasar Start Jongkok Pada Aba-aba “Ya”
    Cara melakukannya :
    • Ayunkan lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuat-kuat,
    • Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai tekejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepat itu pula mencapai tanah.
    • berat badan harus meluncur ke depan.
    • Langkah lari makin lama makin menjadi lebar. 6-9 langkah pertama merupakan langkah peralihan dari langkah-langkah start ke langkah-langkah lari dengan kecepatan penuh.
  4. Gerakan Lari
    Setelah melakukan gerakan Start dengan langkah-langkah peralihan yang meningkat makin lebar dan condong badan yang berangsur-angsur berkurang, kemudian dilanjutkan dengan melakukan gerakan lari cepat. Cara melakukan gerakan lari cepat yaitu :
    • Kaki menolak dengan kuat sampai terkejang lurus. Lutut diangkat setinggi panggul, tungkai bawah mengayun ke depan untuk mencapai langkah lebar.
    • Usahakan agar  badan tetap rileks, badan condong ke depan dengan lutut antara 25-30%. gerakan lengan jangan terlalu berlebihan.
  5. Gerakan Melewati Garis Finish
    Dalam praktiknya, teknik melewati garis finish biasanya pelari tanpa melakukan apa-apa dan berusaha berhenti kira-kira setelah 5 meter melewati garis finish.
Sumber : Meutuah
READ MORE

Teknik Dasar Lari Sprint

http://www.jatraining.com/wp-content/uploads/2011/09/alg_sprint_running_fast.jpg
lari cepat atau lari sprint adalah perlombaan lari yang semua peserta berlari dengan kecepatan penuh dengan menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m. Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari cepat sprint adalah start atau pertolakan. Keterlambatan atau ketidaktelitian pada waktu melakukan start sangat merugikan pelari cepat atau sprinter.
Teknik dasar lari sprint adalah cara atau dasar-dasar yang harus dipelajari seseorang ketika akan melakukan lari sprint, dalam lari sprint dibutuhkan beberapa unsur-unsur kesegaran jasmani diantaranya kecepatan, kelincahan, daya ledak, kekuatan otot, power, keseimbangan dan sebagainya, tujuannya adalah agar ia dapat melakukan lari sprint dengan tepat dan sempurna. Teknik dasar sangat penting dipelajari terutama bagi seorang atlet dikarenakan teknik dasar lari sprint ini sangat berpengaruh terhadap prestasi atau hasil yang akan dicapai oleh seorang pelari. Berikut ini beberapa teknik lari dasar lari sprint yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi anda untuk melakukan lari sprint :
  1. Ketika seorang berlari cepat, ia harus berlari diatas bola kaki dengan tubuh bagian atas sedikit condong ke depan.
  2. Kemudian kedua lengan dibengkokkan dengan sudut siku-siku masing-masing sebesar 90 derajat dan diayun searah dengan gerakan lari.
  3. Kedua tangan dan otot-otot bagian depan tetap dalam keadaan rileks.
  4. Tungkai kaki harus ditolakkan dengan kuat sampai dalam keadaan lurus, dan pengangkatan paha depan diusahakan sampai posisi sejajar dengan tanah.
  5. Kedua pinggang tetap dalam ketinggian yang sama sepanjang berlari.
  6. Yang harus diutamakan ketika mencapai garis finish adalah mencondongkan badan dengan serentak ke depan untuk mengantarkan bagian dada menyentuh pita finish.
Itulah beberapa teknik dasar lari sprint yang telah dijelaskan tadi disamping itu masih banyak hal-hal yang harus dipelajari lebih dalam lagi mengenai poin-poin yang telah disebutkan diatas,  seperti latihan untuk memperbaiki koordinasi, mengatur irama pada saat latihan, serta cara mencondongkan badan badan pada saat akan memasuki garis finish.

Sumber : Meutuah
READ MORE

Teknik Dasar Lempar Cakram


Teknik dasar lempar cakram merupakan cara dasar yang harus dipelajari oleh seseorang ketika akan melakukan latihan olahraga lempar cakram itu sendiri. Terdapat beberapa teknik dasar lempar cakram yaitu :
  1. Cara Memegang Cakram
    Teknik dasar lempar cakramuntuk cara memegang cakram terdapat dua teknik cara memegang cakram yang biasa dilakukan oleh pelempar cakram yaitu :
    • Posisi cakram diletakkan pada permukaan tangan dengan jari-jari menyebar luas diseputar lingkaran cakram dan kedua jari telunjuk dan jari tengah sedikit dirapatkan.
    • Ruas jari-jari pertama ditekuk pada pinggiran samping lingkaran cakram sedangkan posisi ibu jari hanya untuk menjaga kestabilan cakram dan berada dipermukaan cakram.
  2. Cara Melakukan Awalan Lempar
    Teknik dasar lempar cakram dengan cara melakukan awalan lempar pertama-tama dimulai dengan posisi pelempar yang berdiri di belakang lingkaran dengan posisi punggung menghadap ke arah sektor lemparan. Pelempar harus membuat beberapa kali ayunan cakram dengan lengan lempar untuk membuat pertimbangan dan mengatur keseimbangan. Badan dan lengan yang berlawanan dengan lengan lempar bergerak mengikuti gerakan lengan lempar.
    Untuk tahap selanjutnya posisi badan masih berputar dan sedikit condong ke belakang. Sampai saat ini kedua tungkai masih ditekuk dengan baik, tetapi ketika kaki kiri membuat kontak dengan lantai tungkai kiri hampir diluruskan penuh. Sementara lutut kaki dan pinggul meneruskan gerakan berputar ke arah lemparan dengan tepat, tariklah bagian atas badan mengikuti perputaran ini. Pada keadaan seperti ini lengan kiri mulai dibuka ke samping dan lengan kanan mulai mengayun berputar dengan gerakan cepat di dalam sebuah busur yang lebar dan bergerak sedikit ke arah atas.
Selain itu di dalam teknik dasar lempar cakram terdapat juga beberapa hal yang disarankan kepada pelempar ketika akan melakukan lemparan sebagai berikut :
  • Dapatkan putaran dengan posisi kaki yang baik
  • Bergerak jauh ke depan tetapi masih tetap berada di dalam lingkaran lempar
  • Dapatkan pilinan antara tubuh bagian bawah dan bagian atas
  • keseimbangan yang baik selama bergerak di dalam lingkaran
  • Mendaratlah di dalam unjung telapak kaki kanan dan putarlah dengan aktif di atas kaki ini.
Sumber : Meutuah
READ MORE

Unsur-Unsur Kebugaran Jasmani

http://klimg.com/kapanlagi.com/p/WomanRunning_theamazingpage.jpg
Menurut Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Tahun 2003, menjelaskan unsur-unsur kebugaran jasmani atau kondisi fisik ada 10 komponen. Komponen tersebut sebagian besar merupakan “unsur-unsur kebugaran jasmani yang sangat dibutuhkan oleh seseorang agar mampu melakukan aktivitas secara efisien dan produktif, baik sewaktu bekerja, maupun berolahraga”, Halim 2004:5). Unsur-unsur kebugaran jasmani yang dapat dikategorikan sebagai komponen kondisi fisik yaitu:
1. Daya Tahan (Endurance), dalam Unsur-unsur kebugaran jasmani dalam hal Daya Tahan dikenal dua macam daya tahan, diantaranya:
  1. Daya tahan umum (general endurance), kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot-otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.
  2. Daya tahan otot (local endurance), kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu.
2. Daya Ledak Otot (muscular Explosive power)
adalah kemampuan otot atau sekelompok otot melakukan kerja secara eksplosif”  (Moeloek, 1984: 7). Dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa daya ledak (power) = kekuatan (strenght) × kecepatan (velocity).
3. Kekuatan Otot (Strength)
adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja.
4. Kelenturan (Flexibility)
Adalah “kemungkinan gerak maksimal yang dapat dilakukan oleh suatu persendian, meliputi hubungan antara bentuk persendian (tulang yang berbentuk sendi) , otot, tendo, ligament dan sekeliling persendian”(Moeloek, 1984: 9).
5. Kecepatan (Speed)
Adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Seperti dalam lari cepat, pukulan dalam tinju, balap sepeda, panahan dan lain-lain. Hal ini merupakan kecepatan gerak dan eksplosif” (Sajoto, 1988: 17).
6. Kelincahan (Agility)
Adalah kemampuan seseorang mengubah posisi diarea tertentu. Seseorang yang mampu mengubah satu posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik, berarti kelincahannya cukup baik” (Moeloek, 1984: 8).
7. Koordinasi (Coordination)
Unsur-unsur kebugaran jasmani dengan Koordinasi adalah kemampuan seseorang mengintegrasikan bermacam-macam gerakan yang berbeda kedalam pola gerakan tunggal secara efektif.
8. Keseimbangan (Balance)
Adalah kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot, seperti dalam hand stand atau dalam mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian terganggu (misalnya tergelincir).
9. Ketepatan (Accuracy)
Adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Sasaran dapat merupakan suatu jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenai dengan salah satu bagian tubuh” (Sajoto, 1988: 18).
10. Reaksi (Reaction)
Adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak lewat indera, syaraf atau feeling lainnya. Seperti dalam mengantisipasi datangnya bola yang harus ditangkap dan lain-lain” (Sajoto, 1995: 8-9).

Sumber : Meutuah
READ MORE

Teknik Menggiring Bola Kaki

http://tindik.files.wordpress.com/2010/12/menggiring.jpg
Teknik Menggiring Bola Kaki
merupakan salah satu teknik dasar  yang harus dikuasai oleh setiap pemain ketika akan melakukan permainan sepakbola. teknik menggiring bola adalah sebuah gerakan dalam permainan sepakbola  yang bisa dikatakan mengandung unsur  seni, sebab  adanya penggunaan beberapa bagian  kaki yang  menyentuh  bola  dengan cara  menggulingkan  bola ditanah  sembil berlari. Teknik menggiring bola kaki ini merupakan hal yang penting dalam permainan dan bertujuan untuk mengukur keterampilan dan kelincahan seorang pemain dalam menggiring bola dan menghindari rintangan (Dodging) (Said,1977:77).
Teknik menggiring bola kaki ada beberapa macam cara melakukannya, yaitu menggiring bola dengan rapat dalam ruang yang terbatas dan menggiring bola dengan cepat dalam ruang yang terbuka serta teknik melindungi bola dari lawan. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut :
  1. Teknik Menggiring Bola Dengan Kontrol Yang Rapat
    Teknik pelaksanaan menggiring bola dengan kontrol yang rapat menurut Luxbacher (2004:49) adalah : “Anda harus mengontrol bola dengan rapat dalam situasi di mana lawan-lawan memenuhi ruang gerak anda. Bayangkan bola terikat oleh benang pendek dengan jari anda. Bola tidak boleh bergerak lebih jauh dari benang tersebut. Lakukan beberapa perubahan kecepatan dan arah yang cepat disertai dengan gerak tipu tubuh dan kaki terhadap lawan yang tidak seimbang dan ciptakan ruang tambahan untuk menggiring dan melakukan manuver dengan bola”.
  2. Teknik Menggiring Bola Kaki Dengan Cepat
    Teknik pelaksanaan menggiring bola dengan cepat menurut Luxbacher (2004:49) adalah : “Anda melakukan operan di daerah yang terbuka antara pemain tengah dan belakang lawan. Atau anda mendapat diri anda berada dalam situasi yang menguntungkan di belakang pertahanan lawan. Dalam situasi tersebut anda harus mampu mendribble bola dengan kecepatan penuh. Jangan biarkan bola rapat dengan kaki anda, sebaliknya dorong bola beberapa kaki di depan anda ke arah terbuka, berlari dengan cepat ke arah tersebut.
  3. Teknik Melindungi Bola
    Teknik Melindungi Bola menurut Luxbacher (2004:50) yaitu : “Tempatkan tubuh anda menyamping, sedikit membungkuk, da kontrol bola dengan kaki yang terjauh dengan posisi lawan. Dalam keadaan membungkuk Anda melebarkan jarak kedua kaki dan menciptakan jarak yang lebih jauh antara awan dengan bola. Gunakan gerak tipu tubuh dan kaki, dan perubahan kecepatan yang mendadak untuk membuat lawan kehilangan keseimbangan.
Sumber : Meutuah
READ MORE

Saturday, 28 January 2012

Teknik Bermain Sepakbola


http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQr9p9hCJhtcKzWqhmurWlzEJa5h_KTqHAc3leiD4chG0Qbb3sCwowTI6jn
Permainan sepakbola merupakan salah satu permainan yang menuntut kepada pemain untuk lebih terampil, selain memiliki keterampilan dan teknik yang baik juga dituntut juga memiliki fisik yang kuat. Untuk menjadi atlet sepakbola yang berprestasi maka diperlukan latihan-latihan yang mendasar tentang sepakbola terutama keterampilan dan  teknik bermain sepakbola serta latihan yang teratur dan terarah.Pemain sepakbola harus mengembangkan keterampilan dan teknik yang digunakan untuk mengumpan, menggiring, melindungi dan menendang bola. Setiap orang yang ingin menjadi pemain sepakbola harus terlebih dahulu menguasai keterampilan dan teknik bermain sepakbola dengan baik dan benar. Untuk lebih jelas, maka berikut ini akan diuraikan beberapa keterampilan dan teknik bermain sepakbola yaitu :
  1. Keterampilan Mengoper Bola dan Menerima Bola (Mengontrol Bola)
    Teknik bermain sepakbola dalam mengoper dan menerima bola dapat membentuk jalinan vital yang menghubungkan kesebelas pemain ke dalam satu unit yang berfungsi lebih baik daripada bagian-bagiannya. Jadi teknik mengoper dan menerima bola yang tidak baik akan mengakibatkan mudah kehilangan bola dan dapat membuang-buang kesempatan untuk membuat gol. Terdapat tiga teknik dasar mengoper bola yaitu Operan Inside of the Foot, Operan Outside of the Foot dan Operan Instep. Serta terdapat pula dua teknik dasar untuk menerima dan mengontrol bola yaitu Inside of the Foot dan Outside of the Foot.
  2. Keterampilan Jump Header (Meloncat ke atas menanduk bola) dan Drive Header (Terjun ke bawah menanduk bola)
    Pemain menggunakan Jump Header (meloncat ke atas untuk menanduk bola) untuk mengoper bola ke rekannya, untuk mencetak gol dengan mengarahkan bola ke gawang lawan atau untuk membuang bola yang mengarah ke gawang mereka sendiri. Drive Header (terjun ke bawah untuk menanduk bola) merupakan teknik bermain sepakbola akrobatik yang menarik yang hanya digunakan dalam situasi tertentu.
  3. Keterampilan Menggiring (Dribble) dan Melindungi Bola
    Menggiring (Dribble) dengan rapat dalam ruang yang terbatas dan menggiring bola cepat untuk memasuki ruang yang terbuka merupakan hal yang penting dalam permainan. Keterampilan melindungi bola sering digunakan dalam kaitannya dengan keterampilan dribble untuk melindungi bola dari lawan yang mencoba merebutnya. Melindungi bola dengan menepatkan tubuh pemain antara bola dan lawan yang mencoba merebutnya.
Sumber : Meutah
READ MORE